Sejak bulan Oktober 2023 lalu, kini dua tahun genosida di Gaza genap berlangsung. Lantas, bagaimana tanggapan para pemimpin negara menyaksikan hampir 67 Ribu warga asli Palestina tewas?
Hal ini tentu menjadi kontroversi, antara pihak pro Palestina dan pihak yang memang sengaja menyudutkan. Perang memang menjadi hak bagi setiap negara, tetapi genosida ini besar-besaran penjajah lakukan atas dasar pemusnahan.
Melihat tindakan keji dengan menghancurkan hampir seluruh wilayah Palestina, membuat banyak pakar hukum Internasional, mantan pejabat PBB, hingga aktivis HAM turut andil menyerukan pengeluaran penjajah dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Mantan Komisaris HAM PBB Ambil Suara
Dua tahun genosida penjajah di Palestina nyatanya membuat banyak pihak geram. Bahkan, Saul Takahashi, mantan pejabat tinggi HAM PBB yang berkedudukan di Palestina menyuarakan bahwa penjajah termasuk negara yang tidak menaati PBB.
Dalam sebuah momen Takahashi pernah menyampaikan pada Anadolu bahwa penjajah telah berulang kali menunjukkan tanda-tanda sebagai negara pembangkang, terlebih di dua tahun terakhir.
Namun, untuk merealisasikan pengusiran penjajah dari PBB memang dinilai cukup sulit. Karena di dalamnya terdapat hak veto dari Amerika Serikat.
Meski begitu, Majelis Umum PBB tetap memiliki kuasa untuk menangguhkan partisipasinya di PBB sesuai dengan rezim apartheid Afrika Selatan tahun 1974.
Dua Tahun Genosida di Gaza, penjajah Dikeluarkan PBB
Memberikan serangan bertubi-tubi selama dua tahun terakhir membuat penjajah di cap sebagai negara pembangkang dengan pelanggaran HAM berat.
Serangan penjajah mulai dari penerobosan misi PBB di perbatasan Lebanon hingga pengesahan undang-undang penetapan UNRWA sebagai organisasi teroris dinilai membahayakan dan tidak sesuai aturan PBB.
PBB Belum Meresmikan Pengeluaran penjajah
Takahashi sebagai peneliti senior di Hashim Sani Centre for Palestine Studies sekaligus mantan komisaris PBB menyimpulkan bahwa satu-satunya langkah tepat untuk menghentikan serangan ini yaitu dengan mengeluarkan penjajah dari PBB.
Meski begitu, kondisi ini belum mendapat pengesahan secara resmi. Sehingga, hentakan senjata masih saja terjadi di jalur Gaza.
Mari tingkatkan kepedulian kita terhadap saudara di Gaza dengan memberikan donasi untuk Palestina. Bangun kembali negeri para Nabi bersama BSI Maslahat sekarang juga!


