5 Perbedaan Infak dan Sedekah, Jangan Salah!
Bagi banyak orang, mungkin infak dan sedekah dapat anggapan jika keduanya sama. Padahal, ada perbedaan infak dan sedekah baik dari segi definisi hingga penerapannya.
Kesalahpahaman ini tentu wajar, terutama karena memang istilah ini sering kita dengar secara bergantian.
Padahal, kalau kita pelajari lebih dalam, infak dan sedekah punya perbedaan yang cukup menarik. Ingin tahu? Cek sini!
5 Perbedaan Infak dan Sedekah, Jangan Salah Kaprah
Agar kita tak lagi salah kaprah menganggap bahwa keduanya sama, cek lengkap bedanya di sini:
1. Asal Kata & Definisi
Pertama, dari segi pengertian infak dan sedekah. Infak asal katanya yakni anfaqa yang maknanya “mengeluarkan”/“membelanjakan harta” khusus untuk tujuan tertentu.
Sedangkan sedekah berasal dari shadaqa, yang artinya memberi dengan penuh keikhlasan. Jadi, sedekah punya makna spiritual yang sedikit lebih dalam daripada infak.
2. Cakupan Pemberian
Kemudian, keduanya juga berbeda dari cakupan pemberiannya. Infak biasanya berupa harta seperti uang, barang, atau benda berharga lain yang kita keluarkan untuk keperluan sosial atau agama.
Sedekah lebih luas lagi. Ia bisa berupa uang, tenaga, waktu, ilmu, bahkan senyum yang kita berikan dengan tulus. Jadi, setiap kebaikan yang kita lakukan sebenarnya bisa jadi sedekah.
3. Niat & Tujuan
Infak bisa kita lakukan dengan niat sosial biasa, misalnya membantu pembangunan masjid.
Tapi kalau niatnya diarahkan untuk mencari pahala, maka infak itu berubah jadi sedekah. Sedekah selalu punya niat ibadah, untuk mendekatkan diri pada Allah.
4. Penerima Manfaat
Kemudian, pihak yang menerima manfaatnya juga jadi perbedaan infak dan sedekah. Infak umumnya tersalur lewat lembaga atau kegiatan besar seperti masjid atau sekolah.
Sementara sedekah lebih bebas, bisa langsung ke siapa pun yang membutuhkan, bahkan ke lingkungan sekitar lewat hal kecil yang bermanfaat.
5. Ganjaran & Keistimewaan
Infak dijanjikan balasan berupa rezeki yang dilipatgandakan. Sedekah juga begitu, tapi pahalanya bisa terus mengalir selama manfaatnya masih dirasakan (amal jariyah).
Jadi, itu perbedaannya. Kalau kita sudah tahu bedanya infak dan sedekah, seharusnya tidak ada alasan lagi buat menunda berbuat baik.
Karena pada dasarnya, dua-duanya sama-sama cara kita “membersihkan” rezeki dan mendekatkan diri pada Allah.
Dan di zaman digital seperti sekarang, berinfak atau bersedekah tidak harus nunggu datang ke masjid atau lembaga zakat.
Cukup lewat Digital BSI Maslahat, kita bisa menyalurkan infak, zakat, maupun sedekah dengan mudah, aman, dan transparan.


