Akibat Agresi penjajah, Gaza Alami Kerugian di Sektor Listrik 450 Juta Dollar

Warga Gaza, kini hidup dalam kondisi yang amat kritis karena pemadaman hampir total selama dua tahun karena agresi penjajah. Benar, atas hal ini Gaza alami kerugian di sektor listrik yang nilainya begitu fantastis. 


Berdasarkan data Gaza Electricity Distribution Company (GEDCO), total kerugian di sektor distribusi listrik mencapai sekitar USD 450 juta. 

Bahkan, Otoritas Energi dan Sumber Daya Alam Palestina memperkirakan kerugiannya melampaui USD 750 juta sejak serangan pada Oktober 2023. 

Laporan Middle East Monitor menyebutkan, hampir 80 persen infrastruktur dan peralatan listrik di Gaza kini tidak berfungsi. 


Jaringan distribusi rusak berat, sebagian pembangkit berhenti beroperasi, dan sebagian besar kendaraan operasional musnah. Kerusakan ini membuat pasokan listrik di wilayah tersebut lumpuh total.


Kondisi Makin Parah karena Pembatasan Pasokan Bahan Bakar

Selain kerugian di sektor listrik Gaza, kondisi makin parah akibat pembatasan pasokan bahan bakar yang membuat pembangkit listrik utama tak dapat beroperasi. 


Tanpa pasokan energi yang stabil, rumah sakit kini bekerja dengan generator terbatas. Unit perawatan intensif, ruang operasi, hingga penyimpanan vaksin hanya bisa berjalan sebagian.

Dampaknya meluas ke sektor air dan sanitasi. Proses desalinasi air laut hampir berhenti karena kekurangan daya, sementara sumur-sumur air bersih tidak dapat dipompa. 


Situasi ini memicu krisis air bersih dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit di tengah kepadatan penduduk Gaza.

Sebelum perang, kebutuhan listrik Gaza mencapai 400 hingga 500 megawatt, bahkan bisa menembus 600 megawatt saat musim puncak. 

Namun, pasokan dari penjajah, Mesir, dan pembangkit lokal tidak pernah mencukupi. Kini, setelah infrastruktur hancur, defisit listrik makin dalam dan masa pemulihan perkiraannya memerlukan waktu panjang.


Gaza Berada di Ambang Kehancuran Total


Kemudian, laporan terbaru dari Pusat HAM Palestina (PCHR) menegaskan bahwa Gaza kini berada di ambang kehancuran total. 

Mereka memperingatkan, tanpa perbaikan jaringan listrik dan pasokan bahan bakar, fasilitas vital seperti rumah sakit, pusat distribusi air, dan layanan publik lainnya akan berhenti total, memicu krisis kemanusiaan yang lebih dalam di wilayah tersebut.


Sampai saat ini, Gaza masih membutuhkan bantuan kita. Mari, ikut bangun kembali Gaza agar kehidupan mereka jadi jauh lebih layak lewat BSI Maslahat.


Bagikan:
Beranda
Bantuan
Infak Cepat
Cari
Akun